MAKASSAR, Thiscover.id – Aktivitas kegempaan mewarnai sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam rentang waktu kurang dari lima jam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Sulsel mencatat sedikitnya tiga kejadian gempa bumi yang terjadi di kawasan Luwu Timur, Wajo, dan perairan barat daya Jeneponto.
Meski seluruh gempa yang terjadi berkekuatan relatif kecil dan tidak berpotensi tsunami, rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan berada di kawasan yang aktif secara tektonik dan terus mengalami pergerakan kerak bumi.
Gempa pertama terjadi pada pukul 12.00.09 WIB atau sekitar pukul 13.00 WITA.
BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 2,2 dengan lokasi episenter berada 42 kilometer timur laut Kabupaten Luwu Timur.
Gempa tersebut berada pada koordinat 2,29 Lintang Selatan dan 121,33 Bujur Timur dengan kedalaman sangat dangkal, hanya 2 kilometer.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 15.10.15 WIB, getaran kembali terekam di wilayah Kabupaten Wajo.
Gempa bermagnitudo 2,3 terjadi pada koordinat 4,12 Lintang Selatan dan 120,11 Bujur Timur atau sekitar 9 kilometer timur Kabupaten Wajo.
Kedalaman gempa tercatat mencapai 12 kilometer. Aktivitas kegempaan masih berlanjut pada sore hari.
Pukul 16.58.03 WIB, BMKG melaporkan gempa dengan magnitudo lebih besar, yakni 3,0.
Episenter gempa berada di perairan sekitar 61 kilometer barat daya Kabupaten Jeneponto pada koordinat 5,98 Lintang Selatan dan 119,29 Bujur Timur.
Sama seperti gempa pertama, gempa ini juga tergolong dangkal dengan kedalaman hanya 2 kilometer.
BMKG terus mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi. ***

